Purwiyanto juga menjelaskan ekspor besar memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Dengan membuka pasar baru dan meningkatkan akses ke pasar internasional, ekspor besar dapat membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan memperkuat posisi negara di arena global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Mengingat pentingnya kegiatan ekspor sebagai salah salah satu jantung perekonomian Kota Batam, dalam kesempatan ini saya mengajak bapak-ibu untuk membangun semangat serta turut andil dalam peningkatan aktivitas ekspor, guna meningkatkan perekonomian daerah, regional dan nasional,” ujarnya.

“Inilah komitemen kami, BP Batam, untuk membangun sebuah pulau di ujung barat Indonesia, agar menjadi salah satu wilayah andalan guna meningkatkan sektor investasi dan ekonomi global,” pungkas Purwiyanto.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selanjutnya dalam sambutannya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji, S.E., M.Si. Menyampaikan Batam memiliki potensi perkembangan ekonomi yang sangat baik untuk perkembangan ekonomi Indonesia karena kondis yang sangat strategis berdampingan dengan Singapura sehingga memungkinkan untuk menjadi mitra dan kompetitor bagi Singapura.

“Batam memiliki potensi yang sangat baik bagi para investor bahkan kedepan diproyeksi akan menjadi mitra dan kompetitor bagi Singapura yang selama ini menjadi negara yang memiliki pendapatan perkapita yang tinggi didunia”

Lanjut Sarmuji, S.E., M.Si. Selain itu keterbatasan Singapura dalam sektor kewilayahan memungkinkan kemajuan perkembangan potensi Batam yang tidak dimiliki oleh singapura.

“Singapura membutuhkan kawasan penyangga karena keterbatasan wilayah yang dimiliki ini menjadi sesuatu yang strategis bagi perkembangan Batam dan investor untuk menunjang ekonomi nasional, Keberadaan Batam kedepan mampu menjadi suplaiyer juga dapat menjadi tempat bertumbuhnya industri pendukung yang Singapura tidak mungkin bisa melakukannya seperti industri Perkapalan dan sebagainya.”

Sarmuji, S.E., M.Si. juga menyampaikan, Pulau Rempang sebagai wilayah kerja BP Batam juga sudah mulai dilakukan relokasi sebagaimana mestinya. Melalui komunikasi yang baik masyarakat mulai menerima relokasi, dimana masyarakat mendapatkan ganti di wilayah di sekitarnya yang tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui komunikasi yang baik masyarakat Pulau Rempang mulai menerima relokasi, dimana pemerintah berusaha melakukan relokasi yang tidak menggangu aktivitas ekonomi masyarakat Rempang, yang mulanya bertani dapat melanjutkan bertani dan yang mulanya sebagai nelayan juga dapat berlanjut aktivitasnya sebagai nelayan.” Pungkas Sarmuji.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2