Dalam deklarasi tersebut juga dihadiri oleh Kementerian Pertanian, BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UMKM, Bulog, RRI, AXO, serta perbankan.

Deklarasi PPPI Jawa Timur juga dihadir langsung oleh Ketua PPPI Khilmi, ia menuturkan keberadaan organisasi yang dibentuknya ini sebagai bentuk wadah serta patner pemerintah dalam menjalankan ketahanan pangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“PPPI merupakan ujung tombak penyaluran pupuk di kios. Untuk itu saya berharap PPPI bisa menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi dari Pemerintah,” tutur Khilmi yang juga sebagai DPR RI dari Partai Gerindra.

Khilmi juga menambahkan, selain menjadi wadah besar bagi para penyalur pupuk. PPPI juga menjadi wadah advokasi mulai dari atas hingga penggurus dibawah.

“Jawa Timur sendiri sudah tercatat 27 ribu anggota PPPI, kami siap mengawal dan melakukan pendampingan jika terdapat sesuatu permasalahan. Namun jika ada kios yang melanggar maka kami juga tak segan memberikan sanksi,” tandasnya.

Sementara itu, Digna Jatiningsih sebagai Direktur Operasional dan Produksi PT Petrokimia Gresik dalam sambutanya mengatakan bahwa ketersediaan pupuk subsidi saat ini masih aman. Ia memaparkan bahwa per 13 September 2024 ada 4,68 juta ton atau 49 persen dari total alokasi tahun 2024 sebesar 9,55 juta ton yang sesuai Kepmentan nomor 249 tahun 2024.

“Untuk Jatim sampai tanggal 13 kemarin sudah disalurkan 1,01 juta ton atau 53 persen dari total alokasi sebesar 1,92 juta ton,” pungkasnya.(bs)

Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2