Tak hanya orang dewasa, anak-anak dari perwakilan sekolah juga turut unjuk kebolehannya. Dengan aneka tarian tradisional, mereka tak kalah semangat memeriahkan festival. Harapannya, dengan berpartisipasi, anak-anak dapat mengenal serta melestarikan budaya khas masyarakat Moronyamplung ini.

Berasal dari kata “kelem” yang dalam bahasa Jawa artinya tergenang, Festival Keleman ini digelar sebagai bentuk syukuran, sekaligus tradisi masyarakat Moronyamplung dalam mengelola persawahan dengan menggenangi air. Kepala Desa Moronyamplung, Sri Rahayu, berharap musim hujan segera datang sehingga para petani dapat segera menggenangi lahannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Mudah-mudahan dengan festival ini nantinya segera turun hujan, dan masyarakat desa segera bercocok tanam, panennya melimpah ruah, menyejahterakan masyarakat dan Desa Moronyamplung,” harap Sri Rahayu. (Bs)

Editor : Achmad Bisri

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2