Pada momentum yang sama, pemerintah juga melantik kepengurusan Forum Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas (FP2HD) periode 2025–2028, dengan Tri Febri Khoirul Nidhom sebagai ketua baru. Organisasi ini akan berperan sebagai wadah advokasi sekaligus pendamping bagi difabel Lamongan.
Tri Febri menyampaikan bahwa FP2HD siap meningkatkan peran difabel dalam berbagai aspek sosial dan ekonomi.
“Kami ingin memastikan difabel Lamongan semakin berdaya, memiliki akses yang setara, dan mampu berkontribusi secara nyata,” ungkapnya.
Pemkab Lamongan saat ini membina 4.679 penyandang disabilitas melalui berbagai program, di antaranya pelatihan keterampilan, pengembangan talenta, dukungan kewirausahaan, bantuan bagi difabel produktif, pendidikan inklusif, hingga kesempatan mengikuti ajang olahraga seperti Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov).
Dengan meriah dan antusiasme tinggi dari para peserta, Festival Difabel 2025 menjadi bukti komitmen Lamongan dalam memperkuat ekosistem daerah yang inklusif dan ramah disabilitas. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu mendorong difabel semakin percaya diri, mandiri, dan memiliki ruang yang setara dalam kehidupan sosial masyarakat.






