Pihaknya berencana mengajukan anggaran pembangunan untuk tahun 2026, termasuk perbaikan fasilitas kamar mandi dan gazebo yang rusak parah.
“Kita usahakan agar tahun depan ada anggaran khusus untuk Telaga Bandung,” tambahnya.
Untuk sementara, DLH mencoba memfungsikan kembali toilet di sisi timur pintu masuk dengan cara menambah pompa air agar bisa digunakan pengunjung.
“Pompa air sedang kami upayakan agar toilet bisa difungsikan lagi,” jelas Andhy.
Telaga Bandung sebelumnya merupakan aset dan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun beberapa tahun lalu, pengelolaan kawasan ini diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan. Setelah sempat dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, kini tanggung jawab berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Meski telah berganti pengelola, kondisi Telaga Bandung belum menunjukkan perubahan signifikan. Minimnya anggaran dan fokus pemerintah pada program prioritas lain menjadi alasan utama belum adanya perbaikan.
Warga sekitar berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi Telaga Bandung, mengingat lokasinya yang strategis dan potensinya besar sebagai ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata keluarga di tengah kota.
“Kalau direnovasi dan dirawat lagi, pasti ramai lagi. Ini tempat bagus sebenarnya, sayang dibiarkan rusak begitu saja,” kata Rizal (40), warga sekitar.
Dengan perbaikan yang tepat dan pengelolaan yang serius, Telaga Bandung diyakini bisa kembali menjadi ikon wisata kota Lamongan dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.(Bs).





