Meski belum memiliki skema dana khusus SPPG, bank menerapkan pola pembiayaan serupa dengan program KMK (Kredit Modal Kerja). Selain itu, Bank Daerah Lamongan juga bekerja sama dengan BAZNAS dalam program sosial untuk membantu pelaku usaha kecil agar tidak terjerat pinjaman rentenir.

“Kami ingin pelaku usaha kecil tidak terlilit rentenir. Jadi kami bantu pembiayaannya melalui skema kredit yang aman dan terjangkau. Ini juga sejalan dengan program pemerintah terkait makan bergizi gratis dan pembangunan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para pengelola SPPG menyambut baik kehadiran pembiayaan dari Bank Daerah Lamongan. Mereka merasa mendapat dukungan nyata untuk mengembangkan usaha sekaligus berkontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah masyarakat sangat senang karena pembiayaan ini membantu pengembangan usaha dan secara langsung mendukung program Bapak Presiden,” kata Nur Rahmawati

Di usia ke-73 ini, Bank Daerah Lamongan menargetkan jumlah pembiayaan SPPG dapat meningkat signifikan pada tahun mendatang. Selain memperluas jangkauan, bank juga terus meningkatkan ekspansi bisnis secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“InsyaAllah tahun depan jumlah pembiayaan akan bertambah lagi. Kami bersaing dengan bank lain namun tetap fokus pada pelayanan terbaik. Sebagai Bank Daerah Lamongan, Bismillah kami siap mengakomodir seluruh kebutuhan transaksi perbankan masyarakat Lamongan, nasional bahkan internasional,” tegasnya.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2