Dalam dialognya bersama para petani, Kanit Provos juga menekankan pentingnya menjaga keamanan lahan dari potensi pencurian hasil bumi maupun gangguan kamtibmas lainnya. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya soal teknis menanam, tetapi juga kepastian keamanan bagi para petani agar mereka bisa bekerja dengan tenang.
“Jika pangannya kuat, maka negaranya juga kuat. Kami dari pihak kepolisian akan terus memonitor dan membantu mengawal distribusi serta keamanan area pertanian agar masyarakat semakin semangat bertani,” imbuhnya.
Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat memotivasi warga lain untuk memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah guna menanam komoditas pangan lainnya. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah dapat diminimalisir.
Kapolsek Lamongan Kota menyatakan bahwa patroli monitoring program Asta Cita ini akan dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dengan realita di lapangan, sehingga Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Hingga patroli berakhir pada pukul 10.30 WIB, situasi di Desa Made terpantau kondusif. Para petani tampak antusias menjalankan aktivitasnya, dan koordinasi antara kepolisian serta perangkat desa setempat tetap terjaga dengan baik.





