Panen raya jagung di Desa Tebluru ini menjadi bukti nyata bahwa lahan yang selama ini dibiarkan kosong bisa dioptimalkan. Selain mendukung program pemerintah pusat, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal di sekitar wilayah hukum Polsek Solokuro.

Pemanfaatan lahan tidur tersebut diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Dengan pendampingan dari pihak kepolisian, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk melakukan penanaman secara berkelanjutan, tidak hanya terpaku pada satu komoditas, namun juga membuka peluang diversifikasi pangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain melakukan monitoring pasca-panen, personel Polsek Solokuro juga aktif memberikan edukasi terkait teknik pertanian yang efisien kepada kelompok tani setempat. Kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam konteks pertanian ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus mendorong gairah ekonomi pedesaan di Kabupaten Lamongan.

Polres Lamongan, melalui Polsek Solokuro, menegaskan akan terus mengawal program ketahanan pangan ini hingga ke level terkecil. Langkah ini akan terus dievaluasi agar hasil panen dari lahan-lahan yang diberdayakan dapat memberikan dampak maksimal bagi stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya komoditas jagung, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari masyarakat Desa Tebluru, Polsek Solokuro optimis bahwa upaya ini akan menjadi role model bagi wilayah lainnya dalam memanfaatkan potensi lahan guna mewujudkan kemandirian pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2