Khusnul Khuluk menjelaskan kepada awak media, seperti di banyak wilayah di Lumajang warga mengeluhkan terkait ketersediaan air bersih.
Khusnul Khuluk menambahkan, setiap wilayah pasti ada permasalahan yang khas dan menjadi tanggung jawab semua warga untuk menjaga keguyuban dan gotong royong agar saling memudahkan.
Setidaknya, kata Khusnul, ketika dikomunikasikan, separuh masalah sudah selesai. Hanya perlu pendampingan untuk menyampaikan ke institusi terkait untuk bisa membantu memudahkan hajat hidup masyarakat.
Sambatan warga yang lain terkait pelatihan kerja dan akses permodalan, yaitu sulitnya pengajuan peminjaman modal usaha. Mulai dari persyaratan yang njelimet, proses pinjaman yang lama hingga pembayaran angsuran yang tinggi.
“Untuk pelatihan kerja nanti akan ada undangan di kegiatan yang bernama Solosemiran, dalam kegiatan itu nantinya peserta akan mendapatkan pelatihan sesuai dengan tema yang diagendakan, salah satu yang sudah berjalan adalah pelatihan penggunaan tiktok affiliate dan pembuatan pupuk organik, nanti juga akan diagendakan pelatihan dengan tema lain. Untuk akses permodalan sementara yang bisa mengajukan hanya Koperasi yang berbadan hukum, untuk UMKM lain ini masih perlu didiskusikan untuk dicarikan jalan keluarnya.” pungkasnya. (Fendi)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





