Edwin menyoroti perlunya kejelasan terkait destinasi wisata dan fasilitas penunjang yang harus memadai. Edwin mencatat bahwa Yogyakarta masih menjadi destinasi wisata yang nyaman bagi berbagai kalangan wisatawan.

Selama ini, pelayanan terhadap tamu, mulai dari penjemputan hingga layanan guide, sudah berjalan dengan baik, namun harus terus ditingkatkan untuk mencapai standar quality tourism.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua BP2KY, Aldi Fadhlil Diyanto, menambahkan bahwa Quality Tourism sangat cocok untuk Yogyakarta yang kaya akan budaya. Wisata berbasis budaya dapat memperkuat konsep quality tourism dengan memisahkan pasar menjadi high, middle, dan low.

“Pentingnya penelitian ekonomi karena setiap segmen pasar ini berkaitan erat dengan UMKM yang beroperasi di masing-masing segmen. Hal ini menekankan pentingnya meningkatkan aksesibilitas internasional. Penambahan penerbangan internasional sangat diperlukan karena Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sangat capable dalam menerima kedatangan internasional, baik dari segi kualitas layanan maupun kapasitasnya. Dengan demikian, pasar high dapat dijaga dengan baik oleh wisatawan internasional, pasar middle oleh wisatawan lokal dan korporat, serta pasar low oleh pelajar yang banyak melakukan studi tour di Yogyakarta,” jelas Aldi.

Dari hasil diskusi itu, disepakati bahwa kualitas Pariwisata di Yogyakarta dapat ditingkatkan melalui pelayanan prima, sesuai dengan nilai-nilai Sapta Pesona.

Pemerintah daerah dan semua pelaku industri pariwisata harus bekerja sama untuk mencapai tujuan ini, termasuk meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas, serta memberikan pendidikan yang baik kepada pelajar dan masyarakat lokal.

Dengan demikian, Yogyakarta dapat terus menjadi destinasi wisata yang nyaman dan menarik bagi semua kalangan wisatawan. (Wira)

 

Editor : Achmad Bisri

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2