Sedangkan Paslon nomor urut 2 Dhito-Dewi tampak memamerkan keberhasilannya memimpin Kabupaten Kediri 3,5 tahun kebelakang. Mereka berkomitmen melanjutkan program yang sudah berjalan dan terus meningkatkan program disektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dhito juga menjanjikan peningkatan intensif untuk para GTT dan PTT, termasuk Guru Madin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski terjadi saling sindir dan perdebatan yang sengit, tetapi diakhir debat kedua Paslon tampak saling menghampiri dan berjabat tangan hingga saling cipika-cipiki.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, menuturkan, debat publik merupakan bagian dari tahapan Pilkada serentak 2024. Debat ini, kata dia, menjadi ruang bagi calon memaparkan visi misi, sesuai amanah PKPU No. 13 Tahun 2024.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Nanang mengimbau, agar masyarakat Kediri memilih berdasarkan kesadaran dan visi misi para Paslon.

“Pilihan yang baik lahir dari pemahaman, bukan dari ajakan atau dorongan pihak lain,” kata Naqos, sapaan akrab Nanang Qosim.

Naqos menekankan, pentingnya Pilkada damai sebagai sarana integrasi bangsa. Pihaknya ingin Pilkada Kabupaten Kediri menghasilkan pemimpin yang mampu membangun daerah menjadi lebih baik. Ia juga mengingatkan pentingnya kompetisi yang sehat dan tanpa ujaran kebencian.

“Untuk menang, cukup buktikan program unggulan, tidak perlu menjatuhkan calon lain,” tutupnya.(adv/ani)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2