Ia mengatakan, pembangunan Ini adalah upaya meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia, PSSI dan FIFA telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) yang bertujuan untuk mentransformasi infrastruktur sepak bola di tanah air.
MOU ini merupakan langkah lanjutan setelah insiden tragis yang terjadi pada tahun 2022, yang memicu renovasi 21 stadion di seluruh Indonesia.
“Kami berharap stadion ini dapat selesai tepat waktu, dan mungkin bisa digunakan untuk latihan pada tahun depan,” kata salah satu kontraktor yang terlibat dalam proyek tersebut.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang turut mendampingi pejabat FIFA dan PSSI juga berharap stadion Surajaya dapat menjadi magnet bagi event-event olahraga, termasuk pertandingan internasional.
Yuhronur meyakini adanya stadion baru ini, tidak hanya prestasi tim lokal yang akan meningkat, tetapi juga akan berdampak positif pada ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.
“Transformasi stadion ini diharapkan dapat menarik minat investor dan meningkatkan pariwisata di daerah tersebut, dengan harapan bahwa Surajaya akan menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga di Indonesia,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





