Lebih lanjut, Kusbianto menuturkan dirjen prasarana dan sarana Pertanian KEMENTAN dalam waktu dekat akan mengajak Petani Mina Padi dan PPPI Jatim untuk bertemu dengan Komisi 4 DPR RI untuk melakukan pembahasan akan hal tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Alhamdulillah respon yang sangat baik oleh Pak Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, yang juga difasilitasi oleh Pak Haji Khilmi selaku DPR RI Fraksi Partai Gerindra, semoga dalam waktu dekat bisa hearing dengan Komisi 4,” tuturnya.

Lebih lanjut, seperti disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan menyampaikan 3 hal yang wajib dilakukan diantaranya penebusan pupuk yang mudah, tepat waktu dan sesuai kebutuhan, dan pupuk subsidi disalurkan dengan akuntabel dan transparan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain mengupayakan adanya tambahan kouta pupuk, Kusbianto juga menyampaikan bahwa regulasi bagi para pengusaha kios pupuk agar selalu eksis.

“Selanjutnya kami juga berbicara regulasi untuk pelaku kios pupuk, pengusaha kios yang hadir disini rata-rata sudah 30 tahun lebih, semoga bisa terus eksis,” tambahnya.

Disamping itu, Kusbianto mempunyai alasan kenapa hal tersebut harus diupayakan karena tujuannya untuk membantu Pemerintah mensukseskan program lumbung pangan Nasional khususnya Jatim lebih khusus lagi daerah kami Kabupaten Lamongan.

“Tujuan kami kesini (Jakarta) untuk audiensi hanya satu, yaitu mensukseskan program lumbung pangan nasional di Jawa Timur lebih khusus lagi daerah kami Kabupaten Lamongan menjadi daerah dengan lumbung pangan nasional,” pungkasnya.(bs)

 

Editor Achmad Bisri

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2