Selain memperkuat UMKM, pengentasan pengangguran, khususnya di sektor pariwisata Hotel dan Kapal Pesiar Luar Negeri, juga merupakan kunci untuk memerangi kemiskinan di DIY.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran di sektor ini antara lain, meningkatkan keterampilan Diklat Praktis Hotel dan Kapal Pesiar. Tenaga kerja di sektor pariwisata khususnya Hotel dan Kapal Pesiar perlu memiliki kemampuan praktis dan kompeten di bidangnya.”

“Maka dapat dilakukan dengan menyediakan program yang berkualitas dan mudah diakses,” katanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Memperkuat kerjasama dengan agen penyaluran luar negeri. Membuka peluang kerja bagi masyarakat DIY di sektor pariwisata Hotel dan Kapal Pesiar luar negeri dengan menjalin kerjasama dengan agen penyaluran luar negeri yang resmi di bawah pengawasan dinas terkait.

“Dengan memperkuat UMKM dan mengatasi pengangguran di sektor pariwisata Hotel dan Kapal Pesiar Luar Negeri, DIY dapat membuat langkah yang signifikan dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Upaya ini membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat sipil,” tutup Ariyanto.

Sekedar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Juni 2024, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menempati posisi sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa dengan tingkat kemiskinan mencapai 10,83 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa terdapat 445.550 orang di DIY yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Namun, secara umum persentase penduduk miskin di DIY turun 0,21 poin persen dibandingkan Maret 2023, dan turun 0,66 poin persen dibandingkan September 2022. (WR)

Editor : Achmad Bisri

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2