Meski aktivitas nelayan saat ini menurun, Margono menegaskan bahwa secara umum sektor perikanan tangkap Lamongan masih menunjukkan kinerja positif. Sepanjang tahun 2025, realisasi produksi perikanan tangkap tercatat mencapai 79.685,22 ton, melampaui target yang ditetapkan sebesar 78.814 ton.
“Capaian tahun lalu cukup baik. Untuk 2026 kami tetap optimistis, namun produksi perikanan sangat bergantung pada kondisi alam dan tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Rukun Nelayan (RN) Blimbing, Nur Wakhid. Ia menyebut seluruh nelayan di wilayah Blimbing memilih berhenti melaut sejak pertengahan Desember 2025 karena musim angin barat yang membawa cuaca buruk.
“Angin kencang, ombak besar, dan arus laut deras sudah berlangsung sejak pertengahan Desember. Demi keselamatan, nelayan memilih libur melaut,” katanya.
Ia memperkirakan aktivitas melaut baru dapat kembali normal paling cepat awal hingga pertengahan Februari, bergantung pada perubahan kondisi cuaca laut.
“Harapan kami, cuaca laut segera membaik agar aktivitas perikanan kembali berjalan normal dan pendapatan nelayan dapat pulih,” ungkapnya.





