Selain isu curanmor, dalam patroli dialogis ini, petugas juga secara tegas menyampaikan imbauan terkait bahaya perjudian dalam segala bentuk. Baik itu perjudian konvensional maupun judi online (judol) yang saat ini kian marak, masyarakat diajak untuk menjauhinya. Polri menegaskan bahwa perjudian tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak tatanan ekonomi keluarga serta moralitas masyarakat.

Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch. Sokep, S.H., menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan instrumen paling efektif untuk membangun kesadaran kolektif warga. Dengan komunikasi langsung, pesan kamtibmas akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami ingin masyarakat Sarirejo menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Artinya, setiap warga memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga keamanan lingkungannya masing-masing agar tetap kondusif,” ungkap IPTU Moch. Sokep.

Kehadiran personel TNI dan Polri di tengah-tengah masyarakat dalam patroli ini mencerminkan sinergitas yang kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Masyarakat menyambut baik langkah preventif ini, karena kehadiran aparat berseragam memberikan rasa aman saat mereka beraktivitas.

Kegiatan patroli yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Polsek Sarirejo berkomitmen untuk terus konsisten melakukan upaya-upaya preventif guna memastikan wilayah Kecamatan Sarirejo tetap aman, tertib, dan jauh dari ancaman kriminalitas. Melalui semangat “Ayo Jogo Lamongan”, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang damai dan sejahtera bagi seluruh warga.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2