Sejumlah lokasi menjadi sasaran patroli, di antaranya perbatasan Lamongan Kota-Tikung, perbatasan Tikung-Kembangbahu, Masjid Namira, dan Perum TKB. Petugas juga menyisir jalur poros Tikung serta kawasan SPBU Tikung yang menjadi salah satu titik pemantauan aktivitas masyarakat pada malam hari.
Selain memantau situasi lalu lintas dan aktivitas warga, anggota patroli turut mengantisipasi keberadaan kelompok pemuda yang berpotensi menimbulkan keributan maupun gesekan antarkelompok. Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator biru diharapkan dapat memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.
Kapolsek Tikung IPTU Fahrur Rozi menegaskan bahwa patroli pada malam hari akan terus ditingkatkan, terutama di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten agar situasi kamtibmas tetap terjaga.
“Kami tidak ingin ada ruang bagi pelaku kejahatan maupun pihak-pihak yang berniat mengganggu ketertiban masyarakat. Karena itu, anggota kami arahkan untuk rutin menyambangi titik-titik rawan, melakukan pemantauan, serta mengambil langkah preventif apabila menemukan potensi gangguan keamanan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan anak muda, agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Aksi balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, konsumsi miras, serta tindakan yang memicu perselisihan dinilai dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan. Jangan melakukan balap liar, jangan menggunakan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan warga, dan hindari segala bentuk kegiatan yang dapat memicu perkelahian. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada kepolisian agar bisa ditangani dengan cepat,” pungkasnya.





