Jadi yang namanya ibu–ibu PKK kan sudah kewajibannya untuk mendampingi keluarga, mendampingi anak, mencegah stunting. Jadi mereka sudah ikhlas, tidak ada ibaratnya buruhan, sehingga harganya betul-betul itu benar-benar yang diperuntukkan untuk menyediakan makannya.
Terus piringnya sementara, ini tadi patungannya para ASN dan juga para dermawan. Jadi kedepan nanti pakai piring-piring saja. Alat-alat makannya sudah dinamai, tidak tertukar antar siswa, sehingga tidak terjadi penyebaran penyakit.
Siapa tau ada yang sakit TBC atau apa itu, sehingga tidak tidak terjadi penyebaran penyakit. Dan itu tentu lebih murah, karena sudah menghemat wadah makanan dan juga mengurangi sampah.
Uji coba ini setiap hari dan akan berlangsung selama satu bulan. Karena kita sudah ada dari donatur, ini dari Baznas. Baznas sudah menasarufkan untuk satu bulan uji coba, dan kemudian setelah satu bulan ini dari pihak Dinas Pendidikan dan Kesehatan akan melakukan perlombaan.
Dilombakan di semua sekolah-sekolah. Siapa yang bisa bikin menu sehat yang paling murah, dengan konsep SOP yang terbaik. Itu nanti yang akan kita ajukan, atau yang akan kita pedomani sebagai langkah kita dalam penyediaan makan siang bergizi.
“Terus itu tadi salah satu inovasinya juga, nanti setiap bulan akan ada makan bersama wali murid. Ini diharapkan wali murid tau kandungan gizi atau wali murid tahu apa yang dimakan anaknya setiap harinya. Sehingga wali murid pun menitipkan putra putrinya ke ranah pendidikan juga semakin yakin,” tutupnya. (Bs)
Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com





