Selain memperkuat koperasi eksisting, Pemkab Lamongan juga bergerak cepat dalam mengamankan program strategis nasional melalui akselerasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 264 gerai KDKMP telah rampung dibangun di berbagai wilayah, di mana 90 gerai di antaranya telah beroperasi aktif melayani kebutuhan warga.

“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan apresiasi sebagai Pembina Koperasi Andalan di Jawa Timur. Ini bukti nyata bahwa peran koperasi di Lamongan semakin menguat, kualitas tata kelolanya semakin sehat, maju, dan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Bupati Yuhronur Efendi usai menerima penghargaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penguatan sektor koperasi terbukti menjadi motor penggerak utama ketahanan ekonomi daerah. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan melesat naik hingga 5,90 persen (Y-on-T) sepanjang tahun 2025, dan terus mendaki mencapai 10,79 persen (Q-to-Q) pada triwulan pertama tahun 2026.

Pak Yes juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi. Merujuk pada arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kontribusi sektor koperasi dan UMKM menyumbang hingga 60 persen terhadap perekonomian regional Jawa Timur, sebuah tren positif yang juga terefleksi di Kabupaten Lamongan.

“Mari kita jaga bersama capaian ini dengan memperkuat solidaritas dan meningkatkan tata kelola. Tujuannya agar koperasi kita semakin profesional dan modern, sejalan dengan pesan Ibu Gubernur,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2