Yang kita perlukan, lanjutnya, bahwa hidup ini berharga. Apa yang telah disiapkan hari ini untuk generasi mendatang. Sensus yang akan dilaksanakan hingga 31 Juli akan berlaku selama sepuluh tahun ke depan.
“Jadi, hidup ini bergantian. Untuk itu, kita perlu bermanfaat hari ini untuk kehidupan yang lebih baik selama sepuluh tahun mendatang,” paparnya.
“Saya minta tolong, kita gerakkan bersama-sama untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya dengan data riil serta jujur,” imbuhnya.
Setelah mendapatkan data, baru membuat program. Termasuk untuk menyikapi persoalan kelangkaan pupuk.
“Kalau sendirian kita hanya ibarat setetes air, kalau bersama sama kita akan menjadi lautan. Untuk itu, kita perlu bekerja sama untuk memperbaiki berbagai kendala yang ada,” paparnya.
Dalam hal itu, bupati menerangkan bahwa pihaknya sudah membuat pabrik pupuk. Bahkan, menjadi satu-satunya kabupaten yang mendirikan pabrik pupuk organik.
Nanti pupuk akan dibagikan secara gratis untuk mengisi kekurangan pupuk di Kabupaten Jember.
Tak hanya itu, sebanyak ribuan hektar lahan pertanian di Jember juga tak boleh beralih fungsi. Ini untuk kebaikan anak cucu kita mendatang.
“Menjaga bukan hanya soal legalitas saja, tapi ada upaya untuk mempertahankan lahan dan memfungsikannya, jadi menghasilkan sesuatu untuk generasi berikutnya,” katanya.
Seperti kita tahu, manusia butuh makan. Barang siapa yang dapat mempertahankan lahan pertanian mereka, bakal menjadi kabupaten yang mampu bertahan sehingga tak sampai krisis pangan.
“Launching hari ini mengarah ke sana, yang nantinya untuk kesejahteraan masyarakat Jember,” tandasnya.





