Ia menambahkan, target utama ke depan adalah menekan angka kecelakaan kerja hingga ke titik terendah (zero accident) secara konsisten di seluruh sektor industri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Zamroni, menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari proses penilaian panjang selama tahun 2025. Perusahaan-perusahaan yang lolos, seperti RSUD dr. Soegiri, PT Bumi Menara Internusa, hingga PT Eastern Logistic, telah melalui audit ketat berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012.
“Seluruh perusahaan yang kami ajukan telah memenuhi 166 indikator penilaian dan diaudit langsung oleh Badan Audit Kemnaker. Ini membuktikan bahwa budaya K3 di Lamongan sudah terinternalisasi dengan baik, mulai dari aspek administrasi hingga implementasi lapangan,” kata Zamroni.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam arahannya menekankan bahwa tema Bulan K3 tahun ini, yakni “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional Yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, harus menjadi napas baru bagi setiap organisasi.
“K3 bukan lagi soal administrasi, melainkan kebutuhan esensial dan budaya kerja yang hidup. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh pekerja dan perusahaan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi regional maupun nasional,” tegas Khofifah.
Dengan raihan 64 penghargaan ini, Kabupaten Lamongan semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang ramah investasi sekaligus menjunjung tinggi standar keselamatan kerja berkelas nasional.





