Usai kejadian, laporan segera disampaikan kepada aparat kepolisian dan instansi terkait. Tim gabungan kemudian melakukan upaya pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian melibatkan unsur Satpolairud Polres Lamongan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan.

Dalam pencarian tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet untuk menyisir aliran sungai, baik ke arah hulu maupun hilir dari titik korban diduga tenggelam. Pencarian dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai yang cukup deras.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setelah dilakukan penyisiran berjam-jam, korban akhirnya ditemukan pada Rabu sore dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses selanjutnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area perairan terbuka seperti sungai. Sungai Bengawan Solo diketahui memiliki arus yang tidak menentu dan berpotensi membahayakan keselamatan, terlebih bagi anak-anak.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya berenang di sungai tanpa pengawasan serta perlunya kewaspadaan bersama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2