Dalam sambutan arahannya, Bima menekankan bahwa ASN harus bisa survive tema yang ditetapkan BKN yakni Talent Management 2030: Smart, Agile, Empathy. Untuk dapat merealisasikan tema tersebut maka ASN tidak hanya butuh level pemikiran yang rasional, namun juga dibarengi dengan action agar berdampak nyata kepada masyarakat.
“ASN harus memiliki pemikiran yang smart future dengan menyeimbangkan level pemikiran yang rasional dengan action yang maksimal,” tegas Bima.
Hadir pada kesempatan siang hari ini, Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan agar manajemen ASN lebih open minded. Maksud dari pernyataan tersebut ialah, manajemen ASN harus didasari kebutuhan bukan keinginan. Jadi pengadaan, mutasi maupun promosi pada ASN harus berdasarkan passion agar dapat dirasakan kinerjanya.
“Saya masih melihat ada ASN yang dipindah tugas karena keterpaksaan keinginan yangmana tidak sesuai dengan passionnya. Kedepan kita harus melakukan proses yang lebih efektif lagi agar dapat mengikuti kemajuan global yang semakin cepat,” tutur Khofifah.





