Saat memberikan sambutan di hadapan para peserta apel, Bripda M. Banin Ar-Rasid memberikan motivasi khusus agar para anggota Saka Bhayangkara senantiasa menanamkan keberanian dan kemandirian dalam diri mereka masing-masing.
“Melalui kegiatan Bina Tradisi I Saka Bhayangkara ini, adik-adik sekalian dididik dan dilatih agar memiliki jiwa yang pemberani, tangguh, serta mandiri. Pramuka Saka Bhayangkara adalah bagian dari mitra kepolisian yang harus menjadi teladan di tengah masyarakat, siap menghadapi tantangan zaman dengan penuh tanggung jawab,” tegas Bripda M. Banin Ar-Rasid dalam arahannya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan dan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, mematuhi instruksi para pembina, serta menjaga kebersamaan dan kekompakan antar sesama anggota. Pembinaan karakter sejak usia dini dinilai sangat krusial untuk melahirkan generasi muda yang memiliki integritas moral tinggi serta cinta terhadap tanah air.
Kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara binaan Polsek Solokuro ini merupakan salah satu bentuk implementasi tugas kepolisian dalam pembinaan masyarakat (community policing). Melalui program pembinaan kepramukaan ini, polsek tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendidik, mentor, dan orang tua bagi para remaja di tingkat desa.
Dengan dilaksanakannya Bina Tradisi I ini, diharapkan para anggota Saka Bhayangkara Desa Tebluru dan Kecamatan Solokuro dapat menyerap seluruh materi pelatihan dengan baik, sehingga kelak mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.
Rangkaian acara apel pembukaan Bina Tradisi I Saka Bhayangkara di Hutan Turur tersebut berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat antara kepolisian dan generasi muda di Kabupaten Lamongan.





