Dalam sesi sosialisasi, Kapolsek juga memberikan edukasi mengenai ciri-ciri fisik dan perubahan perilaku pada penyalahguna narkoba. Ia meminta agar para orang tua tidak segan untuk berkomunikasi dengan aparat kepolisian atau perangkat desa apabila menemukan kejanggalan di lingkungannya.
“Jangan takut untuk melapor. Kami di Polsek Solokuro selalu terbuka untuk memberikan pendampingan. Fokus kita bukan sekadar penindakan, tetapi bagaimana kita mencegah agar anak-anak kita tidak terjerumus sejak awal,” tegasnya.
Pihak Muspika yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi atas langkah proaktif Polsek Solokuro. Sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan kepolisian dalam merangkul komunitas ibu-ibu dinilai sangat efektif dalam membangun kesadaran kolektif.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada sisi hukum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesejahteraan keluarga. Dengan lingkungan yang bersih dari narkoba, diharapkan anak-anak di Desa Tebluru dapat tumbuh kembang dengan optimal dan fokus meraih prestasi.
Para ibu yang hadir tampak antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya mengenai langkah konkret yang harus dilakukan jika mendapati kerabat atau tetangga yang mulai terpengaruh gaya hidup negatif.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, Polsek Solokuro berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga Kamtibmas, tetapi juga menjadi sahabat bagi keluarga dalam membina masa depan generasi penerus bangsa yang bebas dari ancaman narkotika.





