Setelah proses pembuatan sabun selesai, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan dengan benar sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Materi disampaikan secara kreatif melalui lagu dan gerakan, sehingga mudah dipahami oleh siswa. Beberapa siswa kemudian diberi kesempatan mempraktikkan langsung cara mencuci tangan menggunakan sabun hasil olahan kulit jeruk tersebut.
Suasana semakin meriah saat panitia mengadakan kuis mitos dan fakta seputar lingkungan. Sesi ini menjadi sarana untuk mengukur pemahaman siswa sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu kebersihan dan pelestarian lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang berebut menjawab pertanyaan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada siswa yang aktif berpartisipasi dan berhasil menjawab kuis dengan benar. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kerja sama dari Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR yang diwakili oleh Vincintius Nolan selaku Direktur Jenderal Sosial Masyarakat kepada Kepala MI Wahid Hasyim 2 Dau, Khusnul Yaqin, serta sesi dokumentasi bersama.
Melalui kegiatan ini, BEM Universitas Airlangga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pengabdian yang edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Jeriji: Handsoap Jeruk tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.





