“Diputuskan solusi dengan pengkajian anggaran BBWS bahwa 1/3 dari Kabupaten Lamongan, dan 2/3 Pemprov Jatim sehingga anggaran kita sekitar 34 milyar yang terdiri dari 3 pompa air kapasitas 2000 liter per detik (L/s), 3 unit genset silent 400 kva,” kata Baju.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, mengungkapkan, penanganan banjir yang bersumber dari Pemkab Lamongan dimanfaatkan untuk normalisasi di Pintu Melik.
“Pemkab Lamongan memperbaiki normalisasi di Pintu Melik, selain untuk pembuangan banjir juga bisa mengambil air, dan kemarin saat kemarau bisa dimanfaatkan airnya. Memang saat ini belum selesai sepenuhnya tapi sudah bisa dimanfaatkan,” ungkap Pak Yes sapaan Bupati Lamongan.
Melihat secara langsung beroperasinya pompa air di baru Kuro bersama Gubernur Khofifah, Pak Yes mengapresiasi dan berterima kasih atas sinergi antara Pemprov Jatim, BBWS, Pemerintah Daerah, dan stekholder untuk memecahkan persoalan banjir yang menjadi momok di Kabupaten Lamongan.
“Kami akan terus memelihara keberlangsungan keberlanjutan pintu Kuro yang telah kita buat. Dan ini akan menjadikan masyarkat semakin aman dan nyaman, yang kita harapkan nantinya mampu meningkatkan produktivitas pertanian, apalagi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional,” pungkas Pak Yes.






