Kebakaran berdampak pada sejumlah bangunan semi permanen yang berada di bagian bawah maupun atas jembatan.
Bangunan yang terdampak di antaranya warung dan tempat usaha milik warga. Sebuah musala serta pangkalan ojek juga turut terdampak akibat kobaran api.
Tidak hanya bangunan, dua unit sepeda motor yang sedang terparkir di pangkalan ojek juga ikut terdampak kebakaran.
Meski mengakibatkan kerusakan terhadap sejumlah bangunan dan barang milik warga, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak terdapat korban jiwa. Namun, berdasarkan pendataan awal, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang sampai saat ini masih dilakukan pendataan,” ujar Hamzaid.
Setelah berjibaku selama sekitar dua jam, petugas berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 18.30 WIB.
Meski api utama telah berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pembasahan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran.
Proses pembasahan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah kondisi dinyatakan cukup aman, petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar area yang terdampak.
Garis polisi dipasang untuk mengamankan lokasi sekaligus mencegah masyarakat memasuki area yang masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terhadap bangunan dan barang milik warga yang terdampak. Besaran kerugian akibat kebakaran juga masih dihitung berdasarkan hasil pendataan di lapangan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa kondisi lokasi dan keterangan para saksi.
Dugaan awal menyebut api berasal dari tumpukan sampah yang terbakar di belakang salah satu warung. Namun, penyebab munculnya api dan faktor lain yang mungkin memicu kebakaran masih perlu didalami.
Polres Lamongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di sekitar bangunan semi permanen yang menggunakan material mudah terbakar.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan sumber api yang berpotensi meluas.
Penanganan cepat dan koordinasi antarpihak menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas, terutama di kawasan padat aktivitas seperti sekitar Jembatan Babat-Widang.





