Anjangsana tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dengan tokoh perguruan silat. Komunikasi secara langsung dinilai penting untuk membangun kesamaan persepsi dalam menjaga keamanan, terutama menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang dapat muncul akibat provokasi maupun penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab.
Kapolsek berharap para ketua dan pengurus perguruan silat dapat menjadi contoh bagi para anggotanya dalam menjaga sikap serta mengedepankan persaudaraan. Apabila ditemukan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, masyarakat diimbau tidak langsung mengambil tindakan, melainkan melakukan klarifikasi kepada pihak yang berwenang.
“Jangan sampai kita terpengaruh informasi yang tidak benar. Kalau ada berita yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan keresahan, mari kita cek terlebih dahulu. Jangan menyebarkan sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan dapat kita cegah bersama,” tambahnya.
Selain menangkal hoaks, Polsek Solokuro juga mendorong seluruh elemen perguruan silat untuk mengedepankan sikap saling menghormati antarkelompok. Perbedaan perguruan maupun organisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk terjadinya perselisihan. Sebaliknya, seluruh perguruan silat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan persatuan dan menjaga kerukunan masyarakat.
Melalui kegiatan anjangsana tersebut, Polsek Solokuro menunjukkan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Peran aktif tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus perguruan silat, serta seluruh warga sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Sinergi antara kepolisian dan perguruan silat diharapkan terus terpelihara melalui komunikasi yang intensif. Dengan mengedepankan tabayun terhadap setiap informasi, menolak provokasi, serta memperkuat persaudaraan, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Solokuro diharapkan senantiasa aman, tertib, dan kondusif.





