Langkah ketiga adalah memilih bahan baku berkualitas. Penggunaan beras dengan mutu baik akan menghasilkan lontong yang lebih pulen dan tahan lama. Sebaliknya, beras berkualitas rendah cenderung membuat lontong mudah hancur dan tidak bertahan lama saat disimpan.
Keempat, terapkan teknik perendaman atau yang dikenal sebagai metode “aron”. Beras yang direndam sebelum dimasak akan menyerap air lebih optimal, sehingga menghasilkan lontong dengan tekstur lebih padat dan tidak mudah rusak. Proses ini juga membantu mempercepat pemasakan saat direbus.
Langkah terakhir adalah memperhatikan cara penyimpanan. Setelah matang dan dingin, lontong sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan diletakkan di lemari pendingin jika tidak langsung dikonsumsi. Saat akan disajikan kembali, lontong dapat dikukus selama 15 hingga 20 menit untuk mengembalikan kelembutan dan kehangatannya.
Dengan menerapkan lima langkah tersebut, masyarakat dapat menikmati lontong yang tetap segar, higienis, dan lezat meskipun disimpan dalam waktu lebih lama. Hal ini tentu menjadi solusi praktis, khususnya di momen Idul Fitri, ketika berbagai hidangan disiapkan untuk menjamu keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi.





