Menurut Ferry, keterlibatan sebanyak 150 guru dalam dua batch kegiatan menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan melalui dunia pendidikan.

“Sertifikat ini bukan sekadar tanda telah mengikuti kegiatan, tetapi menjadi simbol komitmen untuk menerapkan nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan, khususnya di lingkungan sekolah. Guru adalah salah satu ujung tombak dalam membangun karakter generasi penerus bangsa,” ungkap Ferry.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menjelaskan, pemaknaan Bela Negara tidak terbatas pada aspek pertahanan secara fisik. Nilai Bela Negara juga dapat diwujudkan melalui pengabdian, kedisiplinan, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial hingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Karena itu, FKBN Kabupaten Lamongan akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lingkungan pendidikan, agar program Bela Negara dapat dikembangkan secara edukatif, aplikatif dan berkelanjutan.

Para guru yang telah mengikuti retreat juga diharapkan mampu menjadi penggerak nilai-nilai kebangsaan di satuan pendidikan masing-masing. Pengalaman selama kegiatan dapat diterjemahkan ke dalam berbagai aktivitas sekolah dan proses pembelajaran yang membangun karakter peserta didik.

Apel Pagi Kebangsaan dan penyerahan sertifikat tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dengan FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nasionalisme dan tanggung jawab kebangsaan.

Dengan keterlibatan 150 guru dari Batch 1 dan Batch 2, nilai-nilai yang diperoleh melalui Retreat Bela Negara diharapkan dapat menjangkau lebih luas melalui sekolah dan memberikan dampak positif bagi peserta didik maupun masyarakat di Kabupaten Lamongan. (Red)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2