Masyarakat diberikan edukasi bahwa rangkaian kereta api memiliki massa yang sangat besar sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pengereman mendadak seperti kendaraan kecil. Oleh karena itu, mendahulukan kereta api bukan sekadar kepatuhan pada aturan, melainkan logika keselamatan yang paling dasar.
Selain penyampaian lisan, KAI Daop 8 juga melakukan pemasangan imbauan visual yang mencolok di sekitar lokasi kegiatan agar pesan tersebut dapat terus terbaca oleh pengguna jalan meskipun kegiatan sosialisasi telah berakhir.
Keterlibatan Dishub Kota Surabaya dan unsur kewilayahan setempat menunjukkan adanya sinergi antarinstansi dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan yang seringkali dipicu oleh perilaku tidak sabar, seperti menerobos palang pintu yang sudah mulai tertutup atau mengabaikan bunyi sirine.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada. Jangan sampai kecerobohan sesaat berakibat fatal. Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, kita bisa mewujudkan lalu lintas yang tertib dan lancar di seluruh wilayah Daop 8 Surabaya,” tutup Mahendro.
Aksi edukasi di Pakal dan Benowo ini merupakan bagian dari rangkaian program rutin KAI Daop 8 Surabaya untuk terus menekan angka kejadian di perlintasan sebidang, sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan dimulai dari kedisiplinan diri sendiri.






