Sementara itu, Kepala Desa Takeran Klating, Yasmu’in, S.Pd., menyampaikan harapannya agar nilai-nilai dalam tradisi ini terus dijaga dan diwariskan.

“Alhamdulillah, tradisi sedekah bumi di Dusun Klating masih terus dilestarikan. Ini adalah bentuk rasa syukur kepada alam dan Tuhan Yang Maha Esa. Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan panen yang melimpah,” ungkap Yasmu’in.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, MBA., M.Ek., yang hadir bersama Camat Tikung, Sujirman Shaleh, S.E., M.M., jajaran Forkopimcam, Danramil, Kapolsek, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan biasa disapa Pak Yes menyampaikan apresiasi atas keberhasilan warga dalam melestarikan budaya lokal.

“Saya mengucapkan terima kasih karena sedekah bumi ini masih terus dilestarikan. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan membawa berkah bagi warga. Apalagi kegiatan ini juga dibarengi dengan haul Dusun Klating,” ujarnya.

Pak Yes pun menutup sambutannya dengan harapan agar Desa Takeran Klating menjadi wilayah yang toto tentrem kertaraharjo, gemah ripah loh jinawi, lir ing sambikolo sebuah doa bagi kemakmuran dan kedamaian desa.

Menjaga Harmoni antara Manusia, Alam, dan Tuhan

Sedekah bumi di Dusun Klating merupakan refleksi nilai-nilai spiritual dan kultural yang berakar kuat dalam masyarakat. Tradisi ini memiliki makna sakral, bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai momentum penguatan hubungan manusia dengan alam dan sesama.

Dengan semangat gotong royong, nilai kebersamaan, serta komitmen pelestarian budaya, Dusun Klating menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat menjadi kekuatan yang menyatukan dan membawa harmoni dalam kehidupan masyarakat.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2