Menurutnya, kontribusi dan nilai pengabdian yang diwariskan pendiri kampus menjadi bagian penting dalam perjalanan IKIP PGRI Bojonegoro hingga mampu menghasilkan puluhan ribu alumni.

Ia berharap semangat kepedulian tersebut terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus, termasuk para lulusan yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tenaga Pendidik Berperan Strategis dalam Pembangunan

Lebih lanjut, Nurul Azizah menyoroti besarnya kontribusi tenaga pendidik dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

Ia memaparkan, jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bojonegoro mencapai sekitar 16.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.810 orang merupakan tenaga pendidik.

Komposisi itu menunjukkan bahwa sektor pendidikan memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, ia mengingatkan para wisudawan agar menjadikan kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan juga sebagai awal untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Para lulusan diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, menjaga semangat pengabdian, serta berpartisipasi dalam mendukung kemajuan daerah sesuai bidang keahlian masing-masing.

IPM Bojonegoro Disebut Mengalami Peningkatan

Selain membahas penanganan anak tidak sekolah, Nurul Azizah juga menyampaikan perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya, ia menyebut angka IPM Bojonegoro mencapai 73,74, meningkat dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar 72,75. Dengan demikian, terdapat kenaikan sebesar 0,99 poin.

“Alhamdulillah, kenaikan ini adalah tertinggi se-Jawa Timur,” ungkapnya.

Menurut Nurul Azizah, peningkatan tersebut mencerminkan kontribusi berbagai pihak dalam mendorong pembangunan manusia di Kabupaten Bojonegoro, termasuk peran lembaga pendidikan.

Ia berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan melalui penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat.

“Sekali lagi kami matur suwun, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik, semua ikut mendukung karena visi misi Bojonegoro adalah mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tuturnya.

Sementara itu, prosesi Wisuda ke-46 IKIP PGRI Bojonegoro berlangsung dengan dihadiri Rektor Dr. Junarti, M.Pd., beserta jajaran pimpinan kampus, Ketua Yayasan IKIP PGRI Bojonegoro, Ketua PPLPT Drs. Mulyono, M.Pd., Sekretaris PGRI Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro.

Ratusan wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi kelulusan tersebut dengan didampingi orang tua dan keluarga masing-masing.

Momentum wisuda ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui peluang kerja sama yang ditawarkan, IKIP PGRI Bojonegoro diharapkan dapat turut berperan dalam mendukung target penanganan anak tidak sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2