“Harapan masyarakat kecil itu sederhana: koperasi ini harus menguntungkan dan menyejahterakan warga. Petisi yang kami buat hari ini adalah bukti nyata bahwa publik mendukung KDKMP, asalkan pengelolaannya profesional dan akuntabel,” tegasnya.

Senada dengan panitia, salah seorang warga peserta forum, Toyibah, mengungkapkan bahwa dirinya bersama tetangga sekitar sangat mendukung keberadaan KDKMP di desanya. Ia menilai, koperasi desa berpotensi besar menjadi pusat perputaran ekonomi yang adil jika dikelola dengan fokus pada kebutuhan riil warga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami sangat mendukung, asalkan bisa benar-benar menyejahterakan ekonomi masyarakat sekitar. Harapan utama kami tentu bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari di sini dengan harga yang lebih murah dan pilihan barang yang lengkap,” ungkap Toyibah.

Lebih lanjut, Toyibah juga menitipkan harapan besar kepada pengelola KDKMP agar tidak hanya bertindak sebagai toko ritel, melainkan mampu menjadi mitra strategis bagi sektor agraris di desa tersebut. Mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian, kehadiran koperasi diharapkan mampu memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak.

“Warga di sini kan banyak yang memiliki usaha tani. Harapannya, hasil panen warga bisa ditampung langsung oleh KDKMP dengan standar harga yang adil dan menguntungkan petani. Selama ini hasil pertanian kerap dijual ke tengkulak dengan harga fluktuatif. Jika KDKMP bisa menyerap hasil tani dengan harga layak, tentu petani akan sangat terbantu,” pungkasnya.

Melalui forum aspirasi publik ini, masyarakat Desa Deketkulon berharap pengelola KDKMP dan pemerintah daerah dapat segera merespons masukan tersebut. Langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan membuka ruang pemasaran produk lokal diyakini akan memperkuat fondasi kemandirian ekonomi desa di Kabupaten Lamongan ke depan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2