Aspirasi warga kemudian disampaikan kepada Armuji saat ia berkunjung ke wilayah tersebut dalam sebuah kegiatan nonformal. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Armuji yang akrab disapa Cak Ji menyampaikan bahwa dirinya menerima langsung keluhan warga terkait persoalan tersebut.
“Warga mengeluhkan biaya yang cukup besar untuk pemindahan trafo. Ini tentu perlu dicarikan solusi agar tidak memberatkan masyarakat,” ujar Armuji dalam video tersebut.
Ia juga menyatakan akan berupaya menjembatani komunikasi antara warga dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya, agar persoalan ini dapat segera menemukan titik terang. Menurutnya, fasilitas publik seperti tempat ibadah seharusnya mendapatkan perhatian khusus, terutama jika menyangkut aspek keselamatan.
Kasus ini pun memicu perhatian publik yang lebih luas, khususnya terkait kebijakan pembiayaan pemindahan infrastruktur kelistrikan di area fasilitas umum. Banyak pihak berharap adanya kebijakan yang lebih fleksibel dan berpihak kepada masyarakat, terutama dalam kondisi pembangunan berbasis swadaya.
Hingga saat ini, warga Desa Banyubang masih menantikan tindak lanjut dari pihak terkait. Mereka berharap solusi yang diambil nantinya tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga pembangunan Masjid At-Taqwa dapat terus berjalan dengan aman dan lancar tanpa terbebani biaya yang besar.





