“Kami simpulkan 75 persen kemungkinan bukan keracunan, melainkan faktor ketidaksukaan anak terhadap menu. Sisanya masih kami observasi lebih lanjut jika muncul gejala baru,” jelas dr. Mita.

Sementara itu, Camat Mantup, Suwanto, membenarkan bahwa program MBG di SDN Kedukbembem baru berjalan selama sepekan. Dari total 25 siswa, hanya empat yang sempat mengeluhkan mual.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kemungkinan anak-anak tidak terbiasa dengan menu sayur pokcoy yang disajikan. Aroma dan rasanya asing bagi sebagian anak sehingga membuat mereka enggan makan,” ujarnya.

Keempat siswa yang sempat mendapat perawatan kini dalam kondisi stabil dan dipulangkan. Pihak sekolah bersama Puskesmas memastikan akan tetap melakukan pemantauan serta menjaga kualitas makanan program MBG agar tetap aman dikonsumsi siswa.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2