Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, mengungkapkan bahwa capaian pembangunan KDMP di Lamongan saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, serta dukungan berbagai pihak terkait.
“Sebanyak 214 titik sudah selesai dibangun 100 persen dan 90 di antaranya resmi beroperasi hari ini. Ini merupakan capaian tertinggi dibandingkan daerah lain,” katanya.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Lamongan juga menyiapkan sistem pengelolaan koperasi agar berjalan profesional dan berkelanjutan. Sebanyak 20 gerai ditetapkan sebagai mockup atau percontohan KDMP yang nantinya menjadi model pengembangan koperasi modern berbasis desa.
Gerai percontohan tersebut diharapkan mampu menunjukkan tata kelola koperasi yang efektif, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa secara langsung.
Dalam tahap awal operasional, setiap gerai KDMP saat ini diperkuat enam tenaga kerja. Komposisinya terdiri atas empat personel dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan dua tenaga usulan pemerintah desa setempat. Jumlah tenaga kerja tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional koperasi.
Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap keberadaan KDMP tidak hanya menjadi bagian dari program nasional semata, tetapi benar-benar mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat di tingkat desa. Dengan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Lamongan optimistis mampu menjadi daerah percontohan dalam pengembangan koperasi modern di Indonesia.





