Ia juga mengajak umat untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi diri agar semakin kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, diharapkan setiap persoalan dapat dihadapi dengan bijaksana serta dilandasi semangat kebersamaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kita berharap dengan semakin dekat kepada Tuhan, kita mendapatkan kekuatan dan rahmat untuk hidup berdampingan dalam kasih, serta mampu menghadapi berbagai persoalan dengan hati yang damai,” tambahnya.

Kekhidmatan ibadah Jalan Salib di Lamongan juga didukung oleh situasi keamanan yang kondusif. Sejumlah unsur pengamanan, mulai dari aparat Kepolisian, TNI, Banser, Satpol PP, hingga Kesbangpol, turut hadir menjaga ketertiban selama ibadah berlangsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di Lamongan. Sinergi lintas sektor ini memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.

Melalui pelaksanaan Jalan Salib yang penuh penghayatan ini, umat Katolik di Lamongan diharapkan tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai kasih, pengorbanan, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa harmoni dalam keberagaman dapat terus terjaga melalui sikap saling menghormati, gotong royong, dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2