“Rasa soto ayam ini memang berbeda dan sangat menggugah selera. Kami sudah lama tidak merasakannya,” kata Sutaji, salah satu jamaah haji yang baru pulang.
Nurhayati, jamaah haji lainnya, juga menambahkan bahwa layanan yang diberikan oleh petugas haji selama di Tanah Suci sangat baik.
“Kami merasa nyaman dan aman selama menjalankan ibadah haji, dan kini kami sangat senang bisa kembali dan menikmati makanan khas Lamongan,” ujarnya dengan senyum bahagia.
Dengan menggunakan empat armada bus, sebanyak 224 jamaah haji kloter 61 dari KBIHU Masjid Agung Lamongan telah tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Pihak KBIHU memastikan bahwa seluruh jamaah pulang dengan selamat, menandai akhir dari perjalanan spiritual yang penuh makna.
Tradisi makan soto ayam ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga memperkuat ikatan antara jamaah haji dan masyarakat Lamongan.
Dengan cita rasa yang khas, soto ayam Lamongan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan tradisi masyarakat setempat, terutama dalam menyambut kepulangan para jamaah haji.
Kegiatan ini mencerminkan betapa pentingnya menjaga tradisi dan kuliner lokal sebagai bagian dari identitas budaya, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para jamaah haji yang telah menunaikan ibadah suci mereka. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Lamongan berharap tradisi ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.(Bs)





