Selain jadwal pertandingan, sesi latihan kedua tim juga perlu diatur secara cermat. Intensitas penggunaan stadion harus disesuaikan dengan kemampuan pemeliharaan lapangan agar kualitas rumput tetap memenuhi standar pertandingan.
Koordinasi antara Pemkab Lamongan, pengelola Stadion Surajaya, Persela, Persiba Balikpapan, serta pihak penyelenggara kompetisi menjadi faktor penting. Pengaturan yang baik dibutuhkan agar stadion tetap dapat digunakan secara optimal tanpa mengurangi kenyamanan maupun kualitas pertandingan.
Menariknya, Persela dan Persiba bukan dua klub yang asing satu sama lain. Kedua tim pernah berhadapan dalam sejumlah pertandingan dengan atmosfer persaingan yang cukup kuat. Bahkan, pertemuan terakhir keduanya di Stadion Surajaya berhasil dimenangkan Persela Lamongan dengan skor 2-0.
Kini, situasi tersebut berpotensi menghadirkan cerita baru. Stadion yang menjadi saksi kemenangan Persela atas Persiba justru akan menjadi rumah bersama bagi kedua klub pada musim kompetisi mendatang.
Bagi suporter Persela, keberadaan Persiba di Surajaya tentu memberikan dinamika tersendiri. Sementara bagi pendukung Persiba Balikpapan, kehadiran klub di Lamongan akan menjadi pengalaman baru dalam mendukung tim kesayangan mereka menjalani kompetisi.
Dari sisi ekonomi, meningkatnya aktivitas pertandingan juga berpotensi memberikan dampak bagi masyarakat sekitar stadion. Kehadiran pemain, ofisial, suporter, dan penonton dari berbagai daerah dapat menggerakkan sektor usaha kecil, kuliner, transportasi, hingga perdagangan di sekitar kawasan Stadion Surajaya.
Meski demikian, aspek keamanan dan kenyamanan juga menjadi perhatian penting. Dengan dua kelompok suporter dari daerah berbeda yang menggunakan stadion yang sama, diperlukan koordinasi dan pengamanan yang baik, terutama ketika Persela dan Persiba sama-sama menjalani pertandingan kandang dalam periode berdekatan.
Bagi Lamongan, penggunaan Surajaya sebagai homebase dua klub dapat menjadi momentum untuk semakin menghidupkan ekosistem sepak bola daerah. Stadion tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang berkumpulnya masyarakat dan pusat aktivitas olahraga.
Jika seluruh proses penggunaan stadion dapat diselesaikan, Liga Championship 2026/2027 dipastikan akan memberikan wajah baru bagi Stadion Surajaya. Persela tetap mempertahankan statusnya sebagai tuan rumah, sementara Persiba Balikpapan menjadikan stadion tersebut sebagai rumah sementara untuk mengejar target kompetisi.
Satu stadion, dua klub, dan dua basis pendukung berbeda akan menjadi cerita menarik sepanjang musim. Stadion Surajaya pun berpeluang semakin dikenal bukan hanya sebagai kandang Persela, tetapi juga sebagai rumah bersama yang mempertemukan semangat sepak bola Lamongan dan Balikpapan dalam satu panggung kompetisi nasional.





