LAMONGAN, BeritaSiber.com – Kebakaran melanda lahan tanaman jati dan jagung di Desa Kembangbahu, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Sabtu (3/10/2026). Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H. mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Kembangbahu segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal bersama warga sekaligus berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Lamongan.
“Setelah mendapatkan informasi adanya kebakaran lahan, anggota kami langsung menuju lokasi dan bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman. Kami juga segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan agar api dapat ditangani dan tidak semakin meluas,” ujar IPTU Sono.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar pukul 10.15 WIB, dua saksi yang berada di sekitar lokasi mengetahui adanya api di lahan jagung milik Yari dan Afif. Api kemudian bergerak merambat ke arah barat sehingga dikhawatirkan menjalar lebih luas.
Mengetahui kondisi tersebut, warga segera melaporkan kejadian kepada Polsek Kembangbahu. Personel piket yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi dan bergabung bersama masyarakat untuk melakukan pemadaman awal sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Sejumlah personel Polsek Kembangbahu yang mendatangi lokasi antara lain AIPTU Supardi Efendi, S.Sos., M.M., AIPDA Sugeng, AIPDA Fendi Ali H., serta PHL Nurhadi. Penanganan di lapangan juga melibatkan unsur Koramil Kembangbahu dan Satpol PP Kecamatan Kembangbahu.
Petugas melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan melakukan pengecekan lokasi kejadian, menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan, mencatat identitas para saksi hingga melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.
Dari pendataan awal, area yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih satu hektare yang terdiri atas lahan jagung dan lahan tanaman jati. Akibat peristiwa tersebut, kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.





