Kapolsek Sarirejo, Iptu Moch. Sokep, S.H., melalui perwakilannya AIPTU H. Gusaini yang hadir di lokasi, menegaskan dukungan penuh institusi Polri terhadap setiap langkah MUI dalam membina umat. Menurutnya, Kamtibmas yang kondusif tidak bisa dicapai hanya oleh aparat keamanan, namun membutuhkan dukungan dari tokoh agama dan masyarakat luas.
“Kehadiran kami dalam pengukuhan ini adalah wujud dukungan Polri terhadap peran ulama. Kami berharap para pengurus MUI tingkat desa yang baru dikukuhkan dapat menjadi mitra Polri dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian dan menangkal paham-paham yang dapat memecah belah persatuan. Kami siap berkolaborasi demi mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga di Kecamatan Sarirejo,” ujar AIPTU H. Gusaini di sela-sela kegiatan.
Acara pengukuhan berlangsung dengan rangkaian formal yang khidmat, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol nasionalisme para tokoh agama. Selanjutnya, dilakukan prosesi pelantikan dan pengarahan oleh jajaran pengurus MUI Kabupaten/Kecamatan, dan diakhiri dengan doa bersama untuk kemaslahatan masyarakat Sarirejo.
Selama jalannya acara, situasi terpantau aman dan terkendali. Para kepala desa yang hadir pun menunjukkan antusiasme tinggi untuk bersinergi dengan MUI di wilayah desa masing-masing guna mendukung program-program pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru untuk masa khidmat 2026–2031, diharapkan MUI di tingkat desa mampu berperan aktif sebagai pusat moderasi beragama, pusat pemberdayaan umat, dan menjadi mitra efektif bagi pemerintah dan kepolisian dalam menjaga keutuhan NKRI di Kabupaten Lamongan, sesuai dengan semangat Ayo Jogo Lamongan.





