Dalam apel siaga, para personel menerima arahan mengenai tugas pengamanan, prosedur penanganan gangguan, serta koordinasi antar instansi. Petugas juga diperintahkan untuk fokus pada pengawasan di masjid, permukiman, dan jalur arus lalu lintas yang biasanya ramai dilalui warga saat malam takbiran.
Apel siaga ini bukan hanya sekadar kegiatan formal, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat komunikasi dan kekompakan antara TNI dan Polri. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk perayaan takbiran yang dilakukan lebih awal, seperti oleh sebagian warga Muhammadiyah.
Setelah apel, personel langsung melaksanakan patroli gabungan dan pengamanan di lokasi strategis. Patroli dilakukan secara dialogis, dengan petugas berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pengurus masjid untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Apel siaga malam takbiran di Mako Polsek Deket ini menjadi bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026, yang digelar serentak di wilayah Jawa Timur. Operasi ini bertujuan menjaga keamanan masyarakat, kelancaran arus lalu lintas, dan ketertiban ibadah menjelang dan selama perayaan Idul Fitri.
Dengan sinergitas TNI-Polri yang kuat dan kesiapsiagaan personel di lapangan, malam takbiran di Kecamatan Deket berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Kegiatan ini menegaskan komitmen aparat dalam menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga, sekaligus memastikan ibadah dan perayaan keagamaan dapat berlangsung dengan lancar.





