“IPNU dan IPPNU adalah aset berharga bagi Kecamatan Solokuro. Kami melihat semangat rejuvenasi ini sebagai langkah tepat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Inovasi harus lahir dari ide-ide segar para pelajar, dan pemerintah akan selalu hadir untuk memfasilitasi potensi-potensi tersebut demi kemajuan daerah,” tegas Camat Tri Mukti.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, sinkronisasi antara program pemerintah daerah dengan kegiatan kepemudaan sangat diperlukan agar pembangunan di Solokuro bisa berjalan secara berkesinambungan dari sisi sumber daya manusia (SDM).

Konferancab ke-XV ini diikuti oleh delegasi dari berbagai ranting dan komisariat di wilayah Solokuro. Agenda utama meliputi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, pembahasan garis besar program kerja, hingga pemilihan ketua baru. Meskipun terjadi diskusi yang cukup dinamis dalam forum, suasana tetap terjaga dalam koridor demokrasi yang santun khas organisasi pelajar NU.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Panitia pelaksana menyebutkan bahwa kehadiran Muspika menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi para peserta. Hal ini membuktikan bahwa peran pelajar diakui secara formal oleh jajaran pimpinan daerah di Lamongan.

Hingga prosesi pemilihan selesai dan acara resmi ditutup, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun stabilitas keamanan di sekitar Gedung MWC NU.

Keberhasilan penyelenggaraan Konferancab XV ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi nakhoda baru PAC IPNU – IPPNU Solokuro untuk membawa organisasi menjadi lebih modern, responsif terhadap keluhan pelajar, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.

“Sinergi antara Muspika dan pemuda di Solokuro ini pun diharapkan menjadi role model bagi kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Lamongan,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2