Ditanya mengenai belanja pegawai, Bupati Trenggalek menjelaskan pastinya akan meningkat. Kurang lebih mungkin meningkat sekitar 10 sampai 15 %, dengan asumsi ketika 2024 kita akan menyelesaikan semua tenaga honorer untuk bisa menjadi PPPK. Terus kemudian yang CPNS itu bbis, untuk jabatan kosong nanti kita juga akan membuka lowongan.
Jadi yang sekarang bekerja tapi statusnya honorer, otomatis nanti PPPK. Kalau yang nilainya bagus nanti penuh waktu. Kalau yang nilainya kurang, kemudian juga tugas-tugasnya tidak bekerja setiap kali sejumlah jam kerja, itu nanti PPPK paruh waktu.
“Kemudian yang PNS itu juga banyak yang pensiun, itu juga nanti akan kita lakukan perhitungan. Kalau belanja pegawai total tambahnya mungkin ada sekitar Rp. 160 miliar. Nanti akan kita kurangi juga dengan biaya pensiun dan segala macam sehingga juga terkompensasi. Paling tambahannya mungkin kita masih butuh sekitar Rp 50 miliar sekian lah”, tutupnya.
Agus Setijono, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek menambahkan untuk perpanjangan PPPK, sesuai kebutuhan organisasi dengan tujuan profesi dan juga sarat kebutuhan mereka juga.
“Dilihat dari segala indikator ketika baik maka kontrak kerja itu bisa diperpanjangan minimal 1 tahun”, katanya.
Ditanya mengenai sisa kebutuhan, Mantan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan itu menambahkan “kemarin lolos juga yang 342, nanti proses untuk penerbitan nomor induk pegawai dari BKN kalau sudah selesai akan diserahkan. Dan formasi masih ada untuk guru di Trenggalek sekitar 600-an.
“Seperti jalur khusus, masih ada seperti Guru Tidak Tetap atau GTT. Nanti arahnya sebagai kebijakan pemerintah pusat, honorer atau sebutan lain itu nanti akan ditingkatkan statusnya asal memenuhi syarat untul di tingkatkan statusnya menjadi PPPK”, tutup Agus.





