“Kami ingin memastikan setiap kebijakan lahir dari pemahaman yang utuh terhadap kondisi masyarakat. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat kami butuhkan,” jelasnya.
Terkait agenda prioritas, DPRD di bawah kepemimpinannya akan mendorong pembiayaan pembangunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti proyek infrastruktur. Ia juga mengingatkan bahwa penundaan pembangunan dapat berdampak pada meningkatnya biaya akibat dinamika ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar.
Selain pembangunan fisik, perhatian juga akan diberikan pada penataan pasar tradisional agar lebih tertib dan higienis, termasuk penertiban aktivitas pemotongan unggas di area pasar.
Sementara itu, terkait sejumlah pos anggaran yang belum terperinci, Saifuddin menyebut pembahasan akan dilakukan secara kolektif bersama seluruh anggota DPRD dalam waktu dekat.
“Kami akan membahasnya secara menyeluruh melalui koordinasi internal. Hasilnya nanti akan kami sampaikan secara transparan,” pungkasnya.





