Setibanya di Gang Kenongo, petugas kepolisian sempat berupaya melakukan penangkapan mandiri dengan peralatan seadanya untuk mencegah monyet tersebut berpindah tempat atau menyerang warga. Mengingat karakter hewan liar yang cukup agresif dan lincah, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan petugas Damkar Kabupaten Lamongan yang memiliki peralatan evakuasi hewan yang lebih memadai.

Proses evakuasi yang dilakukan bersama oleh personel Polsek Lamongan Kota dan tim Damkar berlangsung cukup dramatis. Meski telah berupaya melakukan penyisiran dan pengejaran dengan hati-hati, monyet besar tersebut menunjukkan perlawanan dan terus berpindah posisi hingga akhirnya berhasil melarikan diri ke area yang lebih jauh dari pemukiman warga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Upaya evakuasi telah kami lakukan secara maksimal bersama rekan-rekan dari Damkar. Meskipun monyet tersebut berhasil menjauh dan lari ke area lain, kami memastikan situasi di sekitar lokasi saat ini sudah kembali kondusif dan aman bagi warga,” jelas Kompol Beni.

Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat memprovokasi hewan tersebut jika kembali terlihat. Pihaknya meminta warga segera menghubungi kembali layanan 110 jika monyet tersebut kembali muncul agar dapat dilakukan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif.

Kehadiran cepat personel kepolisian dalam menindaklanjuti Dumas (Aduan Masyarakat) via 110 ini menjadi bukti keseriusan Polres Lamongan dan jajaran dalam memberikan pelayanan prima. Semangat “Polres Lamongan SEHATI” yang terus digalakkan menjadi landasan bagi anggota Polri untuk selalu hadir dengan empati dan tindakan nyata, guna memberikan rasa aman serta ketenangan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2