“Semua aturan yang memaksa sebenarnya bahwa produk jurnalistik harus berkualitas, bertanggungjawab. Pers tidak boleh salah apalagi di era digital saat ini. Produk digital, jejak digital tidak bisa hilang. Jadi HPN harus di maknai dan di khitmati bukan sekedar senang-senang saja, tetapi kita bersama-sama kembali pada profesi yang betul -betul harus dijunjung marwahnya dan kita banggakan,” ucapnya.
Rangkaian hari pers nasional yang digelar PWI Lamongan telah berlangsung sejak 9 Februari lalu dengan mengusung berbagai agenda mulai dari donor darah, peningkatan kualitas jurnalisme, operasi pasar, bedah rumah sebanyak 5 unit, hingga lainnya.
Sementara, dalam puncak HPN tahun 2024 PWI Lamongan menganugerahkan tokoh penggerak kebudayaan dan ekonomi kerakyatan kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang diserahkan oleh Ketua PWI jatim Lutfi Hakim.
Serta, Kapolres Lamongan atas keberhasilan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif selama pelaksanaan pemilu tahun 2024.
Ketua Pengadilan Negeri Lamongan sebagai mitra kerja mendukung kesuksesan kerja jurnalistik dan kemerdekaan pers, hingga berbagai penghargaan lainnya.
Editor : Achmad Bisri





