LAMONGAN, BeritaSiber.com – Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur, AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., bersama unsur Muspika menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) rutin tingkat Kecamatan Solokuro.

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tersebut menjadi forum koordinasi sekaligus evaluasi kinerja lintas sektor selama satu bulan terakhir serta pembahasan agenda satu bulan ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto, S.M., M.M. mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Solokuro selama Agustus hingga September secara umum relatif aman dan kondusif. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari sinergi antara TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, instansi terkait serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Alhamdulillah, berdasarkan evaluasi kami, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Solokuro selama Agustus dan September relatif aman dan kondusif. Kondisi ini tentunya harus terus kita pertahankan bersama melalui komunikasi, koordinasi dan kepedulian seluruh unsur terhadap keamanan di lingkungan masing-masing,” kata AKP Joko Suprianto dalam Rakor tersebut.

Rapat koordinasi rutin itu dihadiri unsur Muspika Kecamatan Solokuro, seluruh kepala desa serta para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Kecamatan Solokuro. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan perkembangan situasi di masing-masing bidang sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam paparannya, AKP Joko menekankan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat dikomunikasikan dan ditangani sejak dini melalui koordinasi antarpihak sehingga tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Menurutnya, keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda serta seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

 

“Kami mengajak seluruh kepala desa dan unsur terkait untuk terus mengaktifkan komunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Babinsa. Apabila ada persoalan atau potensi gangguan keamanan di desa, segera koordinasikan agar dapat dilakukan langkah pencegahan dan penyelesaian sedini mungkin,” ujarnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2